Minggu, 15 November 2015

Aku terdiam sembari melihat pemandangan dari dalam mobil,   dengan sisa tenaga yang aku punya aku membuka laptopku . Aku baru saja mendengar buku kan musikalisasi dari dwitasari iya aku memang sangat mengidolakan dwita dengan tulisan-tulisanya, karena kebanyakan dari tulisanya itu sama persis dengan apa yang ku rasakan.
Mungkin, kamu tidak akan membaca tulisan ini, tapi Melan-mu  akan selalu menulis tentangmu, meskipun aku pun tahu-- kamu tidak akan pernah tahu. Kamu tidak akan pernah tahu betapa tersiksanya hari-hariku tanpa adanya kamu disamping aku. Kamu tidak akan mengerti betapa dadaku sesak setiap memikirkanmu. Kamu tidak akan pernah menyadari betapa rindu di dadaku layaknya kelinci nakal yang memaksa keluar kandang meskipun tahu bahwa dunia luar sungguhlah tidak aman untuk sang kelinci, meskipun aku tahu duniamu bukanlah dunia yang aman untukku.
Berhari-hari, aku berusaha mengisi waktu luangku, dengan apapun yang bisa aku kerjakan agar aku tidak punya waktu bahkan sedetik saja untuk menangis karenan merindukanmu merindukan kebersamaan kita. Karena kamu sudah begitu lekat di sana, karena dirimu sudah punya tempat tetap di sana; di hatiku yang nyatanya selalu ada kamu sebagai penghuninya. Dan, aku belum menemukan cara terbaik untuk menghilangkanmu, kamu selalu kembali teringat lagi ketika aku berusaha mengusirmu pergi. Entahlah, mungkin memang kamu diciptakan untuk tetap tinggal, meskipun sebenarnya kebersamaan aku dan kamu saat ini sedang diuji oleh jarak.
Aku memaksa diriku untuk melupakan rambut gondrongmu yang selalu aku protes karena aku lebih suka kamu dulu yang masih plontos, untuk tak lagi mengingat suara mu, untuk mengingat semua memori tentang kebahagiaanmu saat bercerita tentang masa depan kita, untuk memudarkan senyummu di otakku, untuk menghilangkan jutaan deretan huruf dan angka yang muncul dalam chat kita, untuk mengusir semua rasa rindu-- dan aku mutlak gagal. Aku harus menerima kenyataan bahwa kamu mungkin akan selalu berdiam di sana, di hatiku yang sering kamu patahkan berkali-kali, namun aku maafkanmu lagi dan lagi.
Salahkan aku jika ini berlebihan, tapi aku tidak bisa menahan diri untuk tidak tertarik padamu. Pertama kali melihat polah tingkahmu, mendengar suaramu, melirik senyummu, dan membaca semua chat kita-- sungguh aku tak bisa menahan diri untuk tidak mencintaimu. Meskipun aku tahu mencintaimu adalah awal tragedi buatku, karena aku pasti harus cemburu pada teman wanitamu, aku harus makan hati karena chat-ku tidak dibalas berkali-kali, dan aku harus berusaha sekuat mungkin untuk mempertahankanmu. Ya, perjuanganku untuk mencintaimu memang sangat berat, bahkan aku sering kali kehilanganmu walau tidak dengan waktu yang lama. 
Tulisan ini sungguh sangat tidak penting, hanya berisi tangis seorang gadis berumur belasan yang meminta kejelasan. Lalu, apa artinya chat kita hingga larut malam yang bisa membuatku tertawa tak henti itu? Lalu, apa maksudnya kata-kata lembutmu yang bisa menyihirku dalam asa semua? Lalu, apa tujuan dari semua ketika aku mulai jatuh cinta lalu kau sering pergi seenaknya?
Aku pun ingin berpikir logis, aku pun ingin menggunakan logikaku, dan aku pun ingin tidak sepeka pria, karena menjadi perempuan peka sungguhlah melelahkan. Aku pun ingin tak berharap lebih, tapi aku sudah mencintaimu, dan bagaimana caranya mengantisipasi semua luka jika kamu tidak akan pernah kembali lagi seperti dulu untuk sekadar mengobati perihku dan rasa sakitku yang setiap kali harus berkutat dengan obat-obatan hanya untuk bertahan hidup agar bisa satu atap denganmu nanti Aku pun ingin melupakanmu, tapi saat tahu bahwa bersamamu sungguhlah menyenangkan, rasanya sangat sulit untuk melupakanmu hanya dalam hitungan hari. Aku pun ingin menjauh dari semua bayangmu, tapi diriku selalu menginginkanmu, mataku hanya mau membaca semua chat darimu, dan hatiku hanya menuju padamu. Lantas, di dinginnya perjalananku pagi ini, aku hanya ingin berada disampingmu memelukmu dengan erat dan tertidur di pundakmu dengan pulas.
Aku sungguh jatuh cinta padamu dan rasanya sangat sulit menerima kenyataan bahwa kita tidak lagi bercakap-cakap sesering dulu lagi. Dalam kesibukanmu, aku selalu menatap ponselku. Setiap ada pemberitahuan masuk, aku berharap itu kamu. Setiap ponselku berdering, aku berharap itu kamu. Setiap sebuah chat masuk, aku berharap itu kamu. Setiap layar ponseku menyala, aku berharap itu kamu. Setiap ponselku berbunyi, aku berharap itu kamu.
Aku berharap itu kamu, yang memegang jemariku kala aku kebingungan menentukan arah hidupku. Aku berharap itu kamu, pria yang dengan lembut memelukku ketika aku kelelahan menghadapi dunia. Aku berharap itu kamu, yang menemaniku berkeliling kota Brebes, di bawah sinaran lampu jalanan, dan aku memelukmu layaknya orang yang paling takut kehilangan. Aku berharap itu kamu, pria yang mengecupku dengan sangat pelan, menenangkan tangisku yang sesenggukan, dan berkata bahwa semua akan tetap berjalan.
Aku berharap itu kamu, wahai penghulu malaikat yang berperang melawan setan dan kejahatan. Aku berharap itu kamu, racunku yang juga adalah penenangku. 

Selasa, 02 Juni 2015

LDR


TIPS Bagi yang Pacaran Jarak Jauh :)



Banyak orang beranggapan bahwa Long Distance Relationship a.k.a LDR a.ka pacaran jarak jauh adalah hal terburuk dalam logika penantian seseorang. Dimana suatu hubungan atas dasar cinta dan kasih terpisah oleh ruang, jarak, dan waktu. Dimana pertemuan nyata tak bisa selalu dilakukan secara intens dan konstan, tapi apakah alasan pertemuan yang jarang dan terpisah oleh batas jarak adalah alasan utama dalam kandasnya hubungan jarak jauh? Berikut ini tips dari saya bagi yang (terpaksa) “menganut paham” long distance relationship. Check this out!
1. Saling Percaya
Setiap hubungan, entah pacaran atau berteman, entah hubungan yang telah berjalan singkat atau pun lama tetap membutuhkan rasa saling percaya. Itulah yang memperkuat langgengnya suatu hubungan, karena melalui tindakan saling percaya itulah, pasanganmu akan lebih merasa dihargai sebagai seseorang yang memang pantas kamu dicintai. Sikap saling percaya secara tidak langsung juga menunjukkan seberapa dalam kamu mengenal pasanganmu, kamu memercayai dia karena kamu mengenal dia dengan begitu dalam. Cinta bukan tentang saling menuduh apalagi saling menerka, cinta itu saling percaya karena kau mencintai dia makanya kau mempercayainya.

2. Saling Menjaga Hubungan dengan Teman-Teman yang Ada Di Jejaring Sosial
Pacaran jarak jauh biasanya mengandalkan beberapa jejaring sosial sebagai peredam rindu walaupun hal tersebut tak menjamin perasaan rindu akan segara hilang, tapi setidaknya jejaring sosial “membantu” melampiaskan rasa rindu itu, walau hanya memandang fotonya, walau hanya membaca tulisan-tulisannya. Jadi, apakah hubungannya antara menjaga hubungan baik dengan teman di jejaring sosial dengan kekasih yang berada jauh disana? Simple! Hubungannya adalah soal kecemburuan yang bisa saja ada karena salah menerka dan salah sangka. Misalnya, kamu sedang wall to wall atau mention-an dengan seorang lawan jenis yang tidak dikenal oleh kekasihmu dan saat kekasihmu online facebook atau twitter dia mencak-mencak dan mulutnya terus saja merancau karena membaca wall to wall dan mention-an kalian, lebih parah lagi kalau ada kata-kata mesra dan emote kiss bertebaran dalam tulisanmu dengan teman lawan jenismu itu. So, tetap jaga caramu berkomunikasi dengan teman-teman dunia mayamu, ingat batasannya, bukan berarti tak sama sekali menggunakan jejaring sosial.
3. Saling Mengerti Kesibukan dan Kegiatan Masing-Masing
Yap! Ini juga adalah hal yang sangat penting, karena ketika kita mampu mengerti kesibukan dan kegiatan masing-masing, tidak ada lagi pertengkaran membabi buta dan cekcok yang sebenarnya tak perlu terjadi. Hal ini yang biasanya jadi kendala, karena pesan singkat tak segera dibalas, karena telephone yang tak diangkat, menyebabkan kecurigaan yang tak beralasan, padahal si dia sedang sibuk dengan tugas-tugasnya, padahal si dia sedang membahas hal yang penting dengan orangtuanya. See? Kalau saling mengerti kesibukan dan kegiatan masing-masing, tentu tak ada yang dapat mengganggu hubungan kalian. Jarak tetaplah jarak, “dia” tak mampu hancurkan perasaanmu.

4. Saling Berpikiran Positif dan Tidak Over Protective
Runtuhnya suatu hubungan jarak jauh bisa saja karena keteledoran dari pikiran orang-orang yang menjalaninya, dan salah satu penyebabnya adalah terlalu sering nefting (negatif thinking) pada seseorang yang dicintai. Pliss, jangan terlalu menurut pada apa yang otakmu katakan, karena kau juga harus melibatkan hatimu saat menilai suatu hal baik atau buruknya, begitu juga dengan pasanganmu. Kau tak boleh terus-terusan menuduh dia ini itu karena kau terlalu dikendalikan oleh pikiranmu yang negatif, dengan perlakuanmu yang seperti itu, dia akan merasa bahwa kau tak menghargai dia sebagai kekasih. Begitu juga jangan terlalu over protective, karena walaupun dia kekasihmu, dia juga harus punya ruang untuk bersosialisasi, jangan batasi lingkungan pergaulannya dengan cara berlebihan. Percayalah pada dia, kekasihmu. Jika dia benar-benar mencintaimu, dia tidak akan mempermainkan rasa kepercayaanmu.

5. Saling…
Dari semua tips di atas, selalu diawali dengan kata SALING, mengapa? Karena kata SALING berarti dilakukan berbarengan, tidak jalan sendiri-sendiri, dan tidak kuat sendiri-sendiri. Suatu hubungan akan bertahan jika dua orang saling berkorban, bukan hanya satu orang saja yang berkorban. Jika hanya satu orang saja yang berkorban, maka hubungan itu akan timpang, melangkah hanya dengan “satu kaki”. Satu orang berkorban untuk suatu hubungan, maka orang lain juga harus ikut berkorban, itulah yang disebut KEKUATAN.

Gimana tipsnya? SESUATU BANGET kan? :D Oh iya, satu lagi nih dari gue, jangan terlalu takut kalau someday kekasih lo disosor orang lain, kalau kekasih lo sayang sama lo, dia enggak akan serong kanan dan serong kiri, tapi kalau dia berani serong kanan serong kiri, yaaaaah itu pertanda dari Tuhan bahwa dia bukan yang terbaik buat lo, berarti lo MASIH SANGAT PUNYA BANYAK kesempatan untuk menemukan yang lebih baik :) Tetap cintai kekasihmu, walaupun kalian terpisah jarak dan waktu :’)

saya bukan robot


 
“Saya bukan "robot", saya tahu rasa sakit itu seperti apa, saya juga tahu rasanya diabaikan itu seperti apa”

Ini tentang perasaan saya kepada seseorang. Dia (mungkin) mengira saya adalah "robot" yang tidak memiliki perasaan dan tidak dapat merasakan sakit, sehingga dia bisa mengabaikan saya sesering yang dia suka. Saya selalu memberi perhatian terbaik yang bisa saya berikan, sesering mungkin saya mengingatkan dia agar tidak telat makan, dan sesabar mungkin saya mendengar semua cerita dan permasalahannya. Sayangnya, usaha terbaik saya lebih sering mendapat pengabaian, kadang dia merespon tapi respon itu tidak dia berikan dengan sungguh-sungguh. Respon itu malah terlihat seperti penghiburaan untuk seorang "robot" yang telah kelelahan dan kebingungan.

6 bulan terakhir ini, saya tidak mengerti, apakah semua yang saya lakukan untuk dia adalah hal yang sia-sia atau tidak? Saya tidak mengerti, apakah benih baik yang saya tabur telah siap menuai kebaikan yang saya harapkan atau tidak menghasilkan sama sekali.

Memang saya labil dan tidak cerdas secara emosi. Saya pernah mencoba berkali-kali untuk melupakan dia, sayangnya hal itu tidak dapat dilakukan secara instan. Status ini menyesakan, saya berada dalam posisi yang lebih sering diabaikan. Dia memanggil saya dengan sebutan "Dek", panggilan itu semakin membuat saya sesak dan lelah untuk berharap. Apakah yang saya lakukan selama ini adalah rencana pembahagiaan atau sesuatu yang berpeluang membuat saya kesakitan? Dia berkata sayang dan kangen, tapi kenyataannya dia selalu menggantungkan perasaan saya hingga saya merasa lelah. Dia berkata sayang dan kangen, tapi kenyataannya dia tidak pernah membuktikan sayang dan kangen itu melalui tindakannya yang cenderung sangat amat cuek. Dia berkata maaf, tapi kenyataannya dia mengulang kesalahan yang sama, lagi dan lagi. Bahkan, saat saya menunjukan sikap lelah untuk berharap, dia belum tentu peduli dan memikirkan perasaan saya. Komunikasi yang tercipta satu arah, selalu inisiatif dari saya. Dia tak kunjung memberi kejelasan. Saya benci diabaikan.

Kalau benci diabaikan, lalu kenapa saya tetap bertahan saat saya perhatian tapi dia tidak? Kenapa saya bertahan saat saya merasa kangen tapi dia tidak? Kenapa saya bertahan dianggap “robot”? Kenapa saya bertahan diabaikan? Bahkan semua wanita normal pun tidak ingin mengalami hal seperti ini, tapi kenapa saya bertahan?

Saya memang tidak menuntut status, karena menurut saya perasaan yang kuat tidak dilambangkan dari status. Saya memang tidak pernah menuntut perhatian lebih, karena menurut saya, dia adalah orang yang memiliki segudang kesibukan yang (mungkin) tidak punya waktu untuk memikirkan orang lain. Saya tidak pernah menuntut dia untuk memanggil saya dengan sebutan "sayang", "beb", "dear", or many more, karena menurut saya, panggilan belum tentu melambangkan perasaan seseorang.

Kamu memang pernah membajak otak saya. Disetiap selnya berisi KAMU. Saya sering menulis tentang kamu, memikirkan kamu dan merindukan kamu. Tapi, saya pun juga harus memikirkan, apakah saya merasa bahagia saat menyayangi dan memberi perhatian kepada kamu dengan tulus? Saya percaya, cinta itu harusnya mengobati bukan melukai. Saya lelah, kebingungan. Kamu tidak kunjung memberikan tanda. Saya bukan "robot", saya tahu rasa sakit itu seperti apa, saya juga tahu rasanya diabaikan itu seperti apa.

6 bulan terakhir, kamu yang terbaik. 6 bulan terakhir, cuma kamu yang dapat menyakiti saya dan cuma kamu yang bisa jadi obatnya. 6 bulan, terakhir ...

mungkin aku yang terlalu berharap

Mungkin, aku terlalu berharap banyak

 
Rasanya semua terjadi begitu cepat, kita berkenalan lalu tiba-tiba merasakan perasaan yang aneh. Setiap hari rasanya berbeda dan tak lagi sama. Kamu hadir membawa banyak perubahan dalam hari-hariku. Hitam dan putih menjadi lebih berwarna ketika sosokmu hadir mengisi ruang-ruang kosong di hatiku. Tak ada percakapan yang biasa, seakan-akan semua terasa begitu ajaib dan luar biasa. Entahlah, perasaan ini bertumbuh melebihi batas yang kutahu.

Aku menjadi takut kehilangan kamu. Siksaan datang bertubi-tubi ketika tubuhmu tidak berada di sampingku. Kamu seperti mengendalikan otak dan hatiku, ada sebab yang tak kumengerti sedikitpun. Aku sulit jauh darimu, aku membutuhkanmu seperti aku butuh udara. Napasku akan tercekat jika sosokmu hilang dari pandangan mata. Salahkah jika kamu selalu kunomorsatukan?

Tapi... entah mengapa sikapmu tidak seperti sikapku. Perhatianmu tak sedalam perhatianku. Tatapan matamu tak setajam tatapan mataku. Adakah kesalahan di antara aku dan kamu? Apakah kamu tak merasakan yang juga aku rasakan?

Kamu mungkin belum terlalu paham dengan perasaanku, karena kamu memang tak pernah sibuk memikirkanku. Berdosakah jika aku seringkali menjatuhkan air mata untukmu? Aku selalu kehilangan kamu, dan kamu juga selalu pergi tanpa meminta izin. Meminta izin? Memangnya aku siapa? Kekasihmu? Bodoh! Tolol! Hadir dalam mimpimu pun aku sudah bersyukur, apalagi bisa jadi milikmu seutuhnya. Mungkinkah? Bisakah?

Janjimu terlalu banyak, hingga aku lupa menghitung mana saja yang belum kamu tepati. Begitu sering kamu menyakiti, tapi kumaafkan lagi berkali-kali. Lihatlah aku yang hanya bisa terdiam dan membisu. Pandanglah aku yang mencintaimu dengan tulus namun kau hempaskan dengan begitu bulus. Seberapa tidak pentingkah aku? Apakah aku hanyalah persimpangan jalan yang selalu kau abaikan – juga kautinggalkan?

Apakah aku tak berharga di matamu? Apakah aku hanyalah boneka yang selalu ikut aturanmu? Di mana letak hatimu?! Aku tak bisa bicara banyak, juga tak ingin mengutarakan semua yang terlanjur terjadi. Aku tak berhak berbicara tentang cinta, jika kauterus tulikan telinga. Aku tak mungkin bisa berkata rindu, jika berkali-kali kauciptakan jarak yang semakin jauh. Aku tak bisa apa-apa selain memandangimu dan membawa namamu dalam percakapan panjangku dengan Tuhan.

Sadarkah jemarimu selalu lukai hatiku? Ingatkah perkataanmu selalu menghancurleburkan mimpi-mimpiku? Apakah aku tak pantas bahagia bersamamu? Terlau banyak pertanyaan. Aku muak sendiri. Aku mencintaimu yang belum tentu mencintaiku. Aku mengagumimu yang belum tentu paham dengan rasa kagumku.

Aku bukan siapa-siapa di matamu, dan tak akan pernah menjadi siapa-siapa. Sebenarnya, aku juga ingin tahu, di manakah kauletakkan hatiku yang selama ini kuberikan padamu. Tapi, kamu pasti enggan menjawab dan tak mau tahu soal rasa penasaranku. Siapakah seseorang yang telah beruntung karena memiliki hatimu?

Mungkin... semua memang salahku. Yang menganggap semuanya berubah sesuai keinginanku. Yang bermimpi bisa menjadikanmu lebih dari teman. Salahkah jika perasaanku bertumbuh melebihi batas kewajaran? Aku mencintaimu tidak hanya sebagi teman, tapi juga sebagai seseorang yang bergitu bernilai dalam hidupku.

Namun, semua jauh dari harapku selama ini. Mungkin, memang aku yang terlalu berharap terlalu banyak. Akulah yang tak menyadari posisiku dan tak menyadari letakmu yang sengguh jauh dari genggaman tangan. Akulah yang bodoh. Akulah yang bersalah!

Tenanglah, tak perlu memerhatikanku lagi. Aku terbiasa tersakiti kok, terutama jika sebabnya kamu. Tidak perlu basa-basi, aku bisa sendiri. Dan, kamu pasti tak sadar, aku berbohong jika aku bisa begitu mudah melupakanmu.

Menjauhlah. Aku ingin dekat-dekat dengan kesepian saja, di sana lukaku terobati, di sana tak kutemui orang sepertimu, yang berganti-ganti topeng dengan mudahnya, yang berkata sayang dengan gampangnya.

dari seseorang yang kehabisan cara
membuktikan rasa cintanya

jika dari awal aku tak mengenalmu

Jika dari Awal Aku Tak Mengenalmu


Akhirnya, aku sampai di tahap ini. Posisi yang sebenarnya tak pernah kubayangkan. Aku terhempas begitu jauh dan jatuh terlalu dalam. Kukira langkahku sudah benar. Kupikir anggapanku adalah segalanya. Aku salah, menyerah adalah jawaban yang kupilih; meskipun sebenarnya aku masih ingin memperjuangkan kamu.
Aku terpaksa berhenti karena tugasku untuk mencintaimu kini telah menjadi tugas barunya. Hari-hariku yang tiba-tiba kosong dan berbeda ternyata cukup membawa rasa tertekan. Mungkin, ini berlebihan. Tentu saja kaupikir ini sangat berlebihan karena kamu tak ada dalam posisiku, kamu tak merasakan sesaknya jadi aku.
Jika aku punya kemampuan membaca matamu dan mengerti isi otakmu, mungkin aku tak akan mempertahankan kamu sejauh ini. Jika aku cukup cerdas menilai bahwa perhatianmu bukanlah hal yang terlalu spesial, mungkin sudah dari dulu kita tak saling kenal. Aku terburu-buru mengartikan segala perhatian dan ucapanmu adalah wujud terselubung dari cinta. Bukankah ketika jatuh cinta, setiap orang selalu menganggap segala hal yang biasa terasa begitu spesial dan manis? Aku pernah merasakan fase itu. Aku juga manusia biasa. Kuharap kamu memahami dan menyadari. Aku berhak merasa bahagia karena membaca pesan singkatmu disela-sela dingin malamku. Aku boleh tersenyum karena detak jantungku tak beraturan ketika kamu memberi sedikit kecupan meskipun hanya berbentuk tulisan.
Aku mencintaimu. Sungguh. Mengetahui kautak memilihku adalah hal paling sulit yang bisa kumengerti. Aku masih belum mengerti. Mengapa semua berakhir sesakit ini? Aku sudah berusaha semampuku, menjunjung tinggi kamu sebisaku, tapi di mana perasaanmu? Tatapanmu dingin, sikapmu dingin, dan aku dilarang menuntut ini itu. Aku hanya temanmu. Hanya temanmu. Temanmu! 
Jika kauingin tahu, aku kesesakan dalam status yang menyedihkan itu. Aku terkatung-katung sendirian. Meminum asam dan garam, membiarkan kamu meneguk hal-hal manis. Begitu banyak yang kulakukan, mengapa matamu masih belum terbuka dan hatimu masih tertutup ragu?
Sejak dulu, harusnya tak perlu kuperhatikan kamu sedetail itu. Sejak pertama bertemu, harusnya tak perlu kucari kontakmu dan kuhubungi kamu dengan begitu lugu. Sejak tahu kehadiranmu, harusnya aku tak menggubris. Aku terlalu penasaran, terlalu mengikuti rasa keingintahuanku. Jika dari awal aku tak mengenalmu, mungkin aku tak akan tahu rasanya meluruhkan air mata di pipi.
Iya. Aku bodoh. Puas?
Semua berlalu dan semua cerita harus punya akhir. Ini bukan akhir yang kupilih. Seandainya aku bisa memilih cerita akhir, aku hanya ingin mendekapmu, sehingga kautahu; di sini aku selalu bergetar ketika mendoakanmu.
Kamu boleh bilang aku bodoh dan tolol, sejak mengenalmu, aku memang merasa makin bodoh dan tolol. Kamu membutakan semua dan menggelapkan pandanganku tentang cinta. Aku mencintaimu dan aku tak tahu mengapa pelukmu yang hangat itu selalu membuat aku merasa ingin pulang ke arahmu, meskipun sejak dahulu harusnya aku sadar; kamu bukan tempat pulang yang tepat.
Delapan hari tanpamu akhirnya bisa aku lewati. Ternyata, berminggu-minggu tidak bertemu denganmu tidak membuat aku mati. Aku masih mampu menjalani hidupku sendiri meskipun aku terus mengingatmu berkali-kali. Semua memang tak mudah, Tuan, aku mulai merangkak dan berjalan sendiri. Aku mencari duniaku lagi, membangun semua dari awal lagi, dan membiasakan diri untuk melangkah tanpa bisikan semangat darimu. Dan, selama delapan hari ini, aku bisa melewati itu semua.
Bali cukup menolongku, suasana di sana cukup meneduhkan bagi aku yang sedang remuk. Mungkin, sampai sekarang kamu tak akan tahu bagaimana hancurnya aku, bagaimana aku berjuang mati-matian untuk mengembalikan diriku yang sempat kaucuri. Mungkin, kamu juga tak peduli bagaimana aku mengobati lukaku sendirian. Tentu di sana, kamu tengah berbahagia dengan serial anime terbaru yang kautunggu-tunggu, kamu tak mungkin peduli dengan perempuan yang pernah menghabiskan waktunya bersamamu. Pria sepertimu tak akan pernah paham arti sakit hati yang sesungguhnya. 
Maafkan kebodohanku karena pernah sempat beberapa kali menghubungimu. Dan, telepon serta pesan singkatku memang tidak kaugubris, sesuai dengan perkiraanku. Itu sudah cukup jadi bukti, kamu tak ingin tahu lagi kabarku dan keadaanku. Ya, malam itu, aku berpikir untuk segera menghapus semua nomormu, yang dalam artian luas adalah memutuskan untuk melupakanmu. Malam itu, langit Uluwatu jadi saksi, bahwa aku siap membasuh darahku sendiri dan memaafkan kamu yang menggoreskan jemari tajammu di hatiku.
Beberapa hari ini aku juga tak melanjutkan menulis kisah-kisah tentangmu. Tidak menulis cerita lima hari tanpamu, enam hari tanpamu, tujuh hari tanpamu; karena kurasa luka itu tak perlu dihitung-hitung dan ratapanku tentangmu tak perlu lagi aku umbar-umbar meskipun kalau boleh jujur-- aku sangat tersiksa. Kamu tak akan tahu sakitnya ditinggalkan saat sedang cinta-cintanya, mungkin sosok keras kepala sepertimu hanya akan mempercayai apa yang kaupikir benar dan kaupikir aku tak pernah terluka karena sikapmu. Kamu salah besar, lukaku sudah cukup dalam, dan luka ini akan jadi tabungan karmamu. Kamu tinggal menunggu waktu, saat ada seorang wanita lain memberimu sakit hati yang sama, seperti kamu dengan mudahnya membuangku seperti sampah.
Aku cukup berada di sini. Jadi penonton dari jauh dan tinggal menunggu waktu, siapa yang akhirnya tertawa lebih lepas dan lebih keras. Aku tidak akan mengotori tanganku dengan melakukan balas dendam, karena aku tahu balasan dari Tuhan akan jauh lebih menyadarkanmu kelak. Air mataku cukup sampai di sini, tangisku harus reda sekarang, dan izinkan aku memulai hidupku yang baru tanpa jeratan darimu.
Tiga bulan ini, kamu mengurungku dalam hubungan yang aku pikir cinta. Kamu sangat tahu bahwa aku bisa sangat baik pada pria yang aku cintai, lalu kamu memanfaatkan semua agar aku bisa jadi bonekamu yang paling setia. Kamu lakukan apapun yang diinginkan wanita, agar aku merasa kamu pun juga turut jatuh cinta. Aku membuka mata dan pada akhirnya aku tahu semua palsu semata.
Sekarang, kamu tidak menyesali kepergianku, tapi bisa aku jamin beberapa bulan kemudian, kamu adalah orang yang merasa paling menyesal karena melepaskanku begitu saja. Ingatlah satu hal ini, apa yang kauperbuat menjadi apa yang kautuai. Jika kautelah menyakitiku, tentu suatu saat kamu juga akan menuai rasa sakit yang sama. Tuan, mungkin saat itu kamu baru menyadari, betapa meninggalkanku adalah kebodohan yang harusnya tak kamu lakukan.
Biarkanlah kamu pergi tanpa penjelasan, aku juga tak butuh lagi penjelasan darimu. Kalaupun kauingin menjelaskan semua, aku yakin hanya kebohongan-kebohongan lain yang akan kamu ucapkan padaku. Pergilah dengan perasaan pengecut, Tuan, selamanya aku akan mengingatmu sebagai pria tak tahu diri yang hanya bisa mengemis tanpa mau berusaha. Dan sekuat mungkin aku berdoa, anak-anakku kelak tidak akan pernah bertemu dengan yang brengsek-brengsek sepertimu.
Terima kasih untuk 4 tahun yang berkesan, menyenangkan, sekaligus menciptakan ketakutan. Terima kasih untuk peluk dan kenangan yang sempat membuatku percaya bahwa ini semua cinta sejati. Terima kasih pernah membuatku tertawa walau sesaat. Terima kasih untuk segala hal yang bisa membuatku cukup bahagia.
Aku marah, tidak mungkin jika manusia tidak marah jika ditinggalkan begitu saja. Tapi, percayalah, aku akan selalu mengingatmu sebagai bahan pembelajaran bahwa aku tak akan melakukan kesalahan yang sama. Aku percaya, patah hati seperti ini akan sembuh dengan cepat, lalu aku akan menulis novel baru, kemudian sakitku terobati. Patah hati kali ini tentunya akan seperti patah hati yang lainnya, aku akan sembuh dengan sendirinya.
Abang, jaga dirimu baik-baik. Aku akan tetap jadi orang yang paling merindukan kata-katamu yang selalu mengingatkanku untu makan dan minum obat supaya lambungku tidak kambuh, aku akan rindu menangis bersamamu saat kita harus makan satu bungkus nasi berdua. Kita akan tetap yang terbaik yang akan saling merindukan. Tetaplah jadi Titanium Helium Einsteinium Osmium-ku yang manis, hingga akhirnya kamu menemuiku dan kita bisa shalat bersama.
dariaku yang selalu mendoakanmu


Sebagai gadis yang pernah dan masih mencintaimu, aku juga ingin tahu kabarmu. Bagaimana kabarmu sekarang?

Senin, 25 Mei 2015

Foto: kaie3yelleee
duduk lalu berpikir..
Aku sering merenung, khususnya di malam hari. Tak mengerti mengapa hubungan antara satu manusia dengan manusia lain bisa begitu rumit, atau dibuat rumit oleh manusia itu sendiri? Entah.
Setahuku, komunikasi bisa meluruskan semuanya, menghilangkan penasaran, menghentikan kamu menebak-nebak. Bicara, dan kamu akan berhenti untuk lelah.
Karena orang yang jatuh cinta diam-diam, cintanya juga bisa berbalas. Balasan berupa penerimaan diam-diam, penolakan diam-diam, atau mungkin diabaikan diam-diam.
 tapi rasanya sangat sakit jika jatuh cinta sama orang yang udah punya pacar,,, kita hanya dijadikan pelampiasan saat dia bosan,,
kadang aku berpikir,, pernahkah sedikit saja pikiranya terlintas tentang aku ??
mengapa dia sering membuat aku senyum senyum sendiri,, mengapa kata katanya kadang membuat aku terbayang seperti dia mempunyai rasa yang sama,,
tapi dengan tiba tiba dia bisa cuek bahkan lebih cuek dari pada orang yang paling cuek,, tiba tiba menghilang seperti enyah dari muka bumi,,
dan tiba tiba kita galau sendiri, pusing sendiri,, sedih sendiri
terus tiba tiba dia dateng lagi dengan rasa tidak bersalahnya,, bersikap manis lagi,, mau ngehindar rasanya gak mungkin karena terlanjur sayang ,, susah banget ya jatuh cinta,,
jatuh cinta gak seenak di kisahnya cinderella yang udah pasti happy ending :D

Minggu, 24 Mei 2015


                                                                        TERIMAKASIH
Terima kasih sudah manangkapku yang terjatuh. Membangunkanku lagi. Kemudian menjatuhkan hati. Dan mendaratkannya di bantalan kasih seindah dunia peri.
Terima kasih sudah menyelamatkan rasa yang hampir tenggelam, dengan hadir dalam hidupku walau penuh lebam.
terimakasih untuk semua kebohongan yang selalalu kau katakan
terimakasih untuk janji yang tak pernah kau tepati terima kasih untu air mata yang telah kau buat terimakasih untuk ketulusan yang kau sia siakan terimakasih,,
   terima kasih sudah membuat luka,, sehingga senyum itu hilang lagi,, untuk apa kalo pergi dan datang lagi,,
terimakasih untuk semua kata kata,, terimakasih untuk permainanya,,
Allah gak tidur loh,,mungkin suatu saat kamu bakal ngersain sakit yang lebih sakit dari pada aku,,
karena dibohongi,, di sia siakan itu bukan hanya sakit tapi kecewa yang berkepanjangan :(

JANGAN SIA SIAKAN KETULUSAN

danbo-walks-the-line-img_0506-edit
“Tiada suatu pengorbanan pun yang sia-sia atau pun menyedihkan karena sesungguhnya orang yang tidak dapat melihat arti dari sebuah ketulusan dan pengorbanan itulah, termasuk kedalam orang yang paling menyedihkan dan tidak pantas untuk mendapatkan ketulusan dan pengorbanan itu”
Kamu tau..ketika kamu merasa sempurna..merasa hebat dan kamu telah mendapatkan segala yang kamu inginkan tetapi kamu ternyata hanya sendiri..Tidak ada orang yang menemani hidupmu..segala yang kamu capai menjadi tidak berarti karena kebahagiaanmu belum kamu dapatkan..Kamu hanya bisa membaginya untuk dirimu sendiri..
Kamu tau.. ketika kamu merasa banyak orang yang akan jatuh cinta padamu dan mencintaimu, saat itu kamu tidak akan menyadari bahwa kamu akan dibutakan oleh semua itu.. Kamu tidak akan menyadari saat seseorang yang dengan tulusnya mencintaimu telah kamu sia-siakan.. Kamu tidak akan tau bagaimana orang itu dengan hatinya yang ikhlas menerima segala perlakuanmu, sikap dinginmu,ketidakperdulianmu bahkan (mungkin) pengkhianatan yang telah kamu lakukan padanya..Kamu tidak akan menyadari kalau kamu telah menyia-nyiakan cintanya karena pikiranmu yang mengatakan bahwa kamu bisa mendapatkan yg jauh lebih baik dari dia..bahwa dia bukanlah segala-galanya buatmu dan tak akan berarti apa-apa..bahwa kamu bisa mendapatkan orang yang lebih baik darinya dan kamu akan banyak dicintai oleh orang lain selain dia..Kamu tidak akan menyadari kalau kamu telah menyia-nyiakan cintanya karena kamu pun begitu sibuk memperhatikan yang lain..kamu tak akan menyadari kasih sayangnya yang tulus kepadamu..kamu tak akan menyadari cintanya yang mencintaimu begitu sederhana..namun sempurna..
Kamu lupa bukan banyak cinta dan kesenangan yang kamu cari dalam hidupmu..kamu lupa bukanlah kecantikan,ketampanan,keindahan yang kamu butuhkan untuk melengkapi hidupmu.. tapi seseorang yang memiliki hati bersih dan tulus yang menerima segala kelebihan dan kekuranganmu..yang tidak menuntutmu untuk menjadi seseorang yang bukan dirimu..yang tak pernah meminta imbalan apapun..kecuali berharap kamu mencintai dia setulus hatimu..berharap kamu mampu menyadari bahwa cintanya berharga..tapi kamu akan melupakan segalanya itu jika kamu tertutupi oleh kepercayaan dirimu yg berlebihan sehingga menjadikanmu sosok yang sombong dan keegoisanmu yang begitu besar lalu kamu akan melewatkan kesempatanmu mendapatkan kesempurnaan dalam hidupmu pada saat kamu meninggalkannya..
Lalu ketika kamu tengah dalam keterpurukan.. berada dalam kesendirian dan kesepian ditengah kehidupanmu.. kamu tidak memiliki siapa-siapa..ketika kamu menginginkan ada ketulusan yang diberikan seseorang padamu..semua orang yang kamu harapkan menjauh dan tak bisa memberikan ketulusan yang kamu harapkan..semua orang yang kamu harapkan malah pergi meninggalkanmu disaat kamu membutuhkan mereka..dan kamu sangat kecewa..Lalu kamu akan teringat padanya, pada seseorang yang pernah mencintaimu dengan hatinya yang tulus seperti yang kamu harapkan saat ini.. Lalu kamu akan teringat lagi segala perlakuanmu padanya..kamu akan teringat lagi segala perlakuanmu yang tak pantas padanya..bagaimana kamu menyia-nyiakan hidupnya..waktunya dan cintanya..bagaimana kamu membuatnya jatuh didalam kekecewaan dan kesedihan..bagaimana kamu mendera hatinya yang tulus mencintai kamu dengan luka-luka..tiba-tiba kamu sangat merindukannya..menginginkan dia ada disampingmu, menemanimu melewati keterpurukanmu..kamu merindukan segala kesabaran yang dia berikan padamu..kamu merindukan saat-saat canda tawa bersamanya dulu..kamu merindukan perhatian yang selalu ia berikan padamu..kamu merindukan dia yang selalu menantikanmu..kamu merindukan dia yang selalu memujamu..kamu merindukan kasih sayangnya..bahkan kamu sangat ingin memiliki kasih sayangnya kembali..kamu sangat sangat ingin memeluknya dengan erat,mendekap dirinya..segala ketulusan yang ada pada dirinya yang tak akan pernah lagi kamu temukan dalam diri orang lain yang pernah dekat dalam hidupmu..
Saat itu, kamu akan menyadari dia yang telah kamu sia-siakan itu adalah sosok yang kuat..yang selalu berjuang untuk mu,cintanya..yang mampu menanggung kesedihan dan beban yang kamu berikan padanya..yang tidak pernah meninggalkanmu walaupun saat itu dia punya seribu alasan untuk meninggalkanmu..yang tidak pernah meninggalkanmu yang seringkali menyakitinya..yang selalu menjagamu agar tak tersakiti sedikitpun..yang selalu memperhatikanmu yang seringkali mengabaikannya..yang dengan beraninya tetap mencintai kamu yang selalu membuatnya sedih dengan segala sikap dan perbuatanmu.. sosok yang menerima segala kekurangan dan keegoisanmu dengan hatinya yang terluka..sosok yang menerima segala perlakuanmu yang acuh tak acuh terhadap perasaannya dengan kesabarannya..sosok yg memberimu cinta,senyum,rasa bangga, hingga air matanya yg mengalir..semua hanya karena dirimu..sosok yang tetap setia padamu yang sering membiarkan dia kesepian..sosok yang tetap menginginkanmu,membutuhkanmu yang tidak pernah hadir untuknya dikala kamu adalah orang yang paling ia butuhkan lebih dari siapapun..sosok yang selalu tersenyum walaupun dihatinya telah banyak luka yang kamu berikan padanya..sosok yang selalu memaafkanmu yang seringkali mengulangi kesalahan yang sama..sosok yang selalu merindukanmu yang seringkali meninggalkannya sendirian..sosok yg selalu mengkhawatirkanmu yang sering tak mengabarinya..
Dalam keadaan terburuk sekalipun..dia masih berani menyayangimu..dia masih berani memberikan cintanya padamu..
“sosok yang kamu sia-siakan itu adalah sosok yang mengabaikan kepentingan dirinya dan perasaannya demi menjaga dan menunjukkan cintanya kepada pasangannya..Yang menjadikan kamu sebagai subjek untuk dikasihi..bukan sebaliknya..”
jangan pernah menghitung berapa kali kamu di sakiti dan ditinggalkan dalam kisah percintaan kamu..tetapi dapatkah kamu menghitung berapa kali kamu menyakitinya..melukainya tetapi dia tidak pernah meninggalkanmu seperti mereka yang meninggalkanmu..?
Lalu kamu mengingat semua kata-kata yang pernah ia ucapkan padamu..kamu mengingat semua ungkapan perasaan cintanya padamu..Kamu mengingat betapa dia memohon untuk tidak kamu tinggalkan..Kamu mengingat betapa dia ingin kamu tetap disampingnya..Kamu mengingat betapa dia tidak ingin kamu pergi darinya..Kamu mengingat betapa dia takut akan kehilanganmu..Kamu mengingat betapa dia giat meyakinkanmu bahwa hanya dia yang mampu menyayangi kamu sampai nanti..Kamu mengingat semua yang telah ia berikan hanya untukmu yang orang lain tak akan mampu berikan padamu..dan Kamu mengingat betapa dinginnya sikapmu saat itu dan kamu yang seolah tak mau tau bagaimana sedihnya perasaannya saat itu..Kamu yang tak tau betapa sakitnya ia dengan perkataan yang kamu ucapkan tanpa memikirkan perasaannya saat itu..Kamu yang tidak menganggapnya di depan orang lain..dan kamu baru menyadari betapa jahat dan kejamnya kamu terhadapnya..
Lalu Kamu mulai berharap..seandainya kamu tetap berada disana..Kamu berharap bisa kembali kesana tetap berada disana di tempat yang seharusnya kamu cintai..Kamu akan sangat sangat merindukan dia ada disampingmu didekatmu.. Kamu akan sangat sangat merindukan ketulusan hatinya..Kamu akan sangat sangat merindukan ia yang selalu menyayangimu..tapi kamu sudah meninggalkannya disaat kamu telah menemukannya..rasa sesal tak dapat menolongmu..ya tak ada yang dapat menolongmu..kamu tidak bisa berbuat apa-apa,kecuali hanya meratapi rasa bersalahmu..kamu tidak bisa berbuat apa-apa,kecuali hanya menangis menyesalinya..karena dia sudah pergi dari hidupmu..dia telah kamu tinggalkan bersama luka yang dalam..dia telah kamu tinggalkan bersama kepedihan dihatinya dan dia telah kamu tinggalkan bersama ketulusannya mencintaimu walaupun hatinya telah kamu hancurkan..dia tak dapat kamu temukan lagi dalam hidupmu..sosok sepertinya tak dapat kamu temukan lagi dalam hidupmu..sosok sepertinya yang akan terus membayangi hidupmu..meninggalkan penyesalan mendalam seumur hidupmu karena telah mengabaikan cintanya yang begitu besar..kasih sayangnya yang begitu tulus padamu..
Kamu hanya akan semakin terpuruk karena kamu terlambat menyadari kamu telah menyia-nyiakannya..seseorang yang sesungguhnya mampu melengkapi hidupmu dengan cinta yang penuh ketulusan..seseorang yang seharusnya kamu jaga dan cintai sepenuh hatimu..seseorang yang sudah sepantasnya kamu bahagiakan dengan kesungguhanmu..
Setelah semuanya hancur..setelah kata maaf tak lagi berarti..Kamu baru menyadari betapa kamu adalah orang yang paling bodoh didunia ini karena telah menyia-nyiakan dirinya..tidak menghargainya..keceriaannya,senyumnya,tawanya, dan setianya telah kamu hancurkan..Kamu baru menyadari betapa berartinya dia dalam hidupmu..Kamu baru menyadari bahwa sebenarnya dialah sosok yang selama ini kamu butuhkan..Kamu baru menyadari karena cintanyalah yang membuat dirimu seakan sempurna..Kamu baru menyadari bahwa hanya cintanya yang bisa menolongmu dari perihnya sakit hati..Kamu baru menyadari bahwa hanya kasih sayangnya yang bisa melindungimu dari luka hati..dan selamanya kamu akan merindukan dia yang tak lagi ada disampingmu..dia yang tak lagi ada mengisi sepanjang waktumu..dia yang tak lagi bisa kamu gapai,merengkuhnya kembali kesisimu..dia yang tak akan pernah kembali seperti dia yang dulu..dia yang selalu menyukaimu,menyayangimu,mencintaimu,sosok yang kamu rindukan..tak lagi ada untukmu..
Dia tak mampu lagi tersenyum untukmu..setelah kamu terlalu dalam melukainya..
Dia kehilangan riangnya untukmu..setelah kamu mengecewakannya terlalu dalam..
Dia tak akan kembali sama seperti yang dulu..
Dan kamulah yang akhirnya menangis..menyesal seumur hidupmu..membayar semua perlakuanmu dulu..

Kamis, 21 Mei 2015

 AKU TAK SEJAHAT ITU !!!!!
cinta tak harus memiliki,, haha itu kata kata paling munafik yang pernah gue denger ,, mana ada ,, seseorang mencitai tanpa memiliki,, yang perlu adalah kita mendoakan ,, dia agar putus dengan pacarnya dan pacaran sama kita wkwk,, tapi sayangnya AKU TAK SEJAHAT ITU memaksaan orang yang aku cintai mencintai balik,, aku cuma nunggu moment dimana ALLAH ngasih kesempatan gue buat ngejaga hatinya dan memiliknya,, why ?? bukankah menunggu adalah bagian dari cinta,,
gue yakin suatu saat dia bakal ngebuka hatinya buat gue,, saat dia sadar orang yang dia cintai,, tak mencintainya seperti gue mencintai dia,, sekarang gue cuma bisa senyum ngeliat dia bahagia bareng pacarnya,, ngedoain kebahagiaan buat,, karena AKU TAK SEJAHAT ITU buat ngerusak nkebahagiaan orang yang gue sayang,, walau gue nyesek,, kaya cewek bego yang nunggu takdi gak pasti,,, haha kalaupun gue gak sama dia,, mungkin Allah bakal kasih yang lebih baik buat gue,,
karena aku kan orangnya GAK SEJAHAT ITU buat berambisi ngerusak kebahagiaan dia yang milih pacaran sama orang lain dibanding gue haha:D

jatuh cinta,, semua orang pasti bakalan ngerasain tahap ini,, tahap bagian dari hidup,, yang semua orang pasti akan ngerasain air mata yang begitu hangat karena ngerasain kecewanya dari cinta,,
kaya gue,, yang sering nangis karena cinta haha :D tapi gue juga sering senyum senyum bego karena cinta
cinta yang ngebuat bisa jadi orang yang paling pintar karena bisa,, bikin gue nulis nulis bego di buku,, berimajinasi konyol bikin cerita tentang gue dan gebetan haha,,
tapi pernah gak sih ngerasain jatuh cinta ,, sama orang yang udah punya pacar,, haha itu sakitnya lebih sakit dari pada di suntik jarum pas mau di infus,, ,, kaya yang lagi gue rasain sekarang ini,, gue tau gue bakal sakit karena cinta sama orang yang gak cinta sama gue,, ngeharapin cinta dari orang yang gak pernah anggap  gue ada,, sakitnya itu lebih sakit dari pada jatuh lalu ketiban tangga :D

banyak alasan sebenernya buat gue untuk gak cinta sama dia,, tapi ???  why ? cinta itu gak butuh banyak alasan,, karena jika banyak alasan itu namanya bukan cinta bukan ? dan gue sekarang lagi jadi orang bodoh yang nunggu ke enggak pastian,, yang cuma bisa liat dia bahagia dengan wanita pilihanya padahal hati gue nangis ,, tapi yasudahlah ,, gue masih nunggu takdir dari Allah,, haha,, :D